Digitalisasi Perdukunan "Mengemas Kemusyrikan dengan Kecanggihan Teknologi"
Keywords:
Digitalisasi Perdukunan, Kemusyrikan, TeknologiAbstract
Istilah perdukunan berasal dari kata dukun yang berarti tukang ramal. Dalam bahasa Arab, perdukunan ini sepadan dengan kata kahana yang berarti menyelesaikan persoalan dengan cara gaib, dan orangnya disebut kahin. Dukun atau kahin yaitu orang yang memberitakan hal-hal yang gaib yang akan terjadi atau suatu yang terkandung di dalam hati seseorang. Istilah lainnya adalah ‘arraf (tukang ramal) dan munajjim (ahli nujum). Ketiga macam istilah ini (kahin, ‘arraf, dan munajjim) menurut Ibnu Taimiyah, memiliki makna yang sama (sinonim) sebagaimana pengertian di atas (al-Jami‘ al-Farid: 24). Dalam aplikasinya di tengah masyarakat, istilah dukun memang terkadang memiliki makna positif dan negatif. Salah satu penggunaan terminologi dukun yang memiliki makna positif misalnya “dukun beranak atau dukun bayi”, yaitu orang yang dianggap terampil dan dipercaya oleh masyarakat untuk menolong persalinan serta perawatan ibu dan anak sesuai kebutuhan masyarakat (Depkes RI, 1993). Adapun dalam pengertian yang negatif (menurut perspektif Islam), dukun adalah: orang yang mengaku mampu mengetahui kejadian yang akan datang (kabar baik atau buruk), dapat menunjukkan barang yang dicuri atau tempat kehilangan dan tahu hal-hal yang gaib serta sesuatu yang ada di dalam hati orang lain, dengan cara-cara yang dilarang oleh agama.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.