Otoritas Hadis Daif Dan Problem Epistemologis Hadis Di Muhammadiyah
Keywords:
Hadis Daif, Epistemologis, MuhammadiyahAbstract
Dinamika hadis hingga tingkat aplikasinya di lingkungan Muhammadiyah tidak dapat dilepaskan dari semboyan ar-rujū‘ ilā al-Qur’ān was-Sunnah al-Maqbūlah. Hal-hal yang terkait dengan masalah agama dan keagamaan adalah proyeksi dari kedua sumber tersebut. Suatu kewajaran jika muncul dinamika umum yang berkembang dan dapat diwakili dalam satu ungkapan misalnya, “Kita melakukan amalan ini dalilnya apa? Hadisnya sahih atau tidak?” Semangat di atas menandakan bahwa budaya berislam di lingkungan Muhammadiyah dapat dikatakan ilmiah. Namun pengetahuan mengenai konsekuensi epistemologi dari semboyan di atas belum membudaya. Terdapat kecenderungan epistemologi apologis, bahwa apa yang diputuskan oleh Majelis Tarjih adalah finalisasi dari semangat tersebut.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.