Tadwin Al-Hadits: Kontroversi Sekitar Autentisitas Hadis Larangan Penulisan Hadis
Keywords:
Hadis, Autentisitas, TadwinAbstract
Telah terjadi kontroversi yang berkepanjangan mengenai kodifikasi hadis dari sejak proses penulisan sampai pada pembukuan hadis sebagai akibat banyaknya "kepentingan" terhadap hadis sebagai sumber hukum kedua dalam Islam. Timbulnya kontroversi tersebut di samping memang karena adanya berbagai kepentingan, juga karena di satu sisi memang ada hadis yang melarang penulisan hadis dan ada yang membolehkan bahkan memerintahkan penulisan hadis. Terhadap hadis yang membolehkan penulisan hadis ternyata para ulama tidak banyak mempermasalahkan kualitas keshahihannya, namun terhadap hadis yang melarang penulisan hadis mereka berbeda pandangan. Setelah penulis meneliti hadis larangan penulisan ternyata sanad hadis tersebut berkualitas shahih li dzatih yang berarti otentik dari Nabi saw. Karena itu perlu upaya "penyelesaian" terhadap dua dalil tersebut, tanpa menafikan salah satunya karena sama-sama shahih.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.