Perkembangan Pemikiran Hadis Di Indonesia Antara Teori Dan Praktek
Keywords:
Hadis, PemikiranAbstract
KEDUDUKAN AS-SUNNAH atau Hadis dalam merumuskan tatanan kehidupan umat Islam seharusnya tidak diragukan lagi oleh para pemeluknya, namun sejarah mencatat sisi negatif perjalanan umat ini
dengan masih adanya beberapa kelompok orang yang mengabaikan, meragukan bahkan mengingkari Hadis dengan bahasa yang berbeda namun satu jua. Sejarah mencatat nama Imam asy-Syafi'I (w.204) dan Imam al-Baghawi (w.505) yang kedua-duanya mendapat julukan Nasir as Sunnah / pembeda Sunnah. Di zaman sekarang ini, sikap orang-orang Islam terhadap hadis pun kian beragam, entahlah keberagaman tersebut timbul karena makin terbukanya kebebasan berpikir, atau kian pintarnya umat ini, atau . . . memang sudah menjadi tanda hari kiamat?. Namun demikian, secara umum, termasuk di Indonesia, kedudukan dan pentingnya as-Sunah atau Hadis dalam tatanan hukum Islam merupakan hal yang tidak diperdebatkan oleh ulama. Sunnah/Hadis pada posisi kedua dari sumber hukum Islam.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.