Perkembangan Pemikiran Hadis Di Indonesia Antara Teori Dan Praktek

Authors

  • Ahmad Lutfi Fathullah Universitas Islam Negeri Jakarta, Institut Agama Islam Negeri Bandung, Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta, Universitas Paramadina Jakarta.

Keywords:

Hadis, Pemikiran

Abstract

KEDUDUKAN AS-SUNNAH atau Hadis dalam merumuskan tatanan kehidupan umat Islam seharusnya tidak diragukan lagi oleh para pemeluknya, namun sejarah mencatat sisi negatif perjalanan umat ini
dengan masih adanya beberapa kelompok orang yang mengabaikan, meragukan bahkan mengingkari Hadis dengan bahasa yang berbeda namun satu jua. Sejarah mencatat nama Imam asy-Syafi'I (w.204) dan Imam al-Baghawi (w.505) yang kedua-duanya mendapat julukan Nasir as Sunnah / pembeda Sunnah. Di zaman sekarang ini, sikap orang-orang Islam terhadap hadis pun kian beragam, entahlah keberagaman tersebut timbul karena makin terbukanya kebebasan berpikir, atau kian pintarnya umat ini, atau . . . memang sudah menjadi tanda hari kiamat?. Namun demikian, secara umum, termasuk di Indonesia, kedudukan dan pentingnya as-Sunah atau Hadis dalam tatanan hukum Islam merupakan hal yang tidak diperdebatkan oleh ulama. Sunnah/Hadis pada posisi kedua dari sumber hukum Islam.

References

Downloads

Published

2017-02-16

Issue

Section

Articles