Dinamika Politik Santri Pasca Reformasi

Authors

  • Abdul Munir Mulkhan Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Keywords:

Politik, Santri, Islam Etik

Abstract

Posisi politik santri dalam perkembangan politik nasional pasca Sidang Istimewa (SI) MPR 2001, belum banyak berubah, kecuali posisi NU dengan PKB-nya yang akan ditentukan bagaimana mereka menyikapi hasil SI-MPR tersebut. Megawati Soekarnoputri yang naik menjadi presiden ke-5 RI didampingi oleh Hamzah Haz sebagai wakil presiden yang oleh banyak pihak dipandang mewakili golongan santri modernis, walaupun ia sebagai warga NU. Kepemimpinan nasional saat ini dilihat banyak pihak sebagai representasi "koalisi" Islam-nasionalis. Jika tesis tentang "koalisi" baru tersebut mengkristal, mungkin akan banyak persoalan yang dihadapi oleh aktivis politik santri modernis, dan tentunya Muhammadiyah pada tataran perpolitikan di daerah.

References

Downloads

Published

2002-01-17

Issue

Section

Articles