Sejarah Hisab Rukyat Di Muhammadiyah Dan Perkembangan Penetapan Awal Bulan Hijriah Di Indonesia
Abstract
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang mengusung misi Tajdid sudah selayaknya untuk memberikan pencerahan dan kontribusi dalam ranah internasional. Hal ini dikarenakan keberadaan Kalender Islam Global Unifikatif (KIGU) belum terealisasi. Untuk mewujudkan tidak hanya kajian syariat dan astronomi, tetapi juga pembuktian fakta sejarah. Bertolak dari data di masa lampau dapat menjadi pertimbangan mengenai esensi Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sejarah Hisab Rukyat di Muhammadiyah dan perkembangan penetapan awal bulan hijriah di Indonesia. Beberapa temuan menarik untuk didiskusikan. Salah satunya adalah penggagas awal sidang isbat merupakan Muhammadiyah. Persyarikatan tidak serta langsung menggunakan Hisab Hakiki Wujudul Hilal dalam penentuan awal bulan hijriah, tetapi ada mekanisme diskusi yang dinamis. Riset ini menggunakan studi literatur dengan penelusuran sumber-sumber lama termasuk Suara Muhammadiyah edisi lama.
Kata Kunci: Hisab, Muhammadiyah, Rukyat, Sejarah.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.