Ulil Amri dalam Tafsir Klasik dan Modern
Abstract
Artikel ini mengkaji tudingan yang menyebutkan bahwa Persyarikatan Muhammadiyah tidak taat kepada ulil amri (pemerintah) akibat perbedaan penetapan awal bulan Hijriah dan hari raya Islam di Indonesia. Perbedaan ini kerap muncul karena adanya dikotomi metode yang digunakan, yakni hisab dan rukyat. Tudingan ketidaktaatan tersebut umumnya didasarkan pada justifikasi atas Surah An-Nisa ayat 59 serta penerapan kaidah fikih hukm al-hākim ilzām wa yarfa'u al-khilaf (keputusan pemerintah mengikat dan menghilangkan perbedaan). Melalui pendekatan tinjauan pustaka yang merujuk pada literatur tafsir klasik dan kontemporer serta pandangan para ulama fikih , kajian ini menemukan bahwa para mufasir tidak memiliki kesepakatan tunggal mengenai batasan makna ulil amri; definisinya sangat luas mencakup umara, ulama, hingga para ahli di bidangnya. Lebih lanjut, mayoritas ulama membatasi penerapan kaidah hukm al-hākim secara spesifik pada ranah peradilan (penyelesaian sengketa), bukan pada urusan ibadah keagamaan. Oleh karena itu, tulisan ini menyimpulkan bahwa sikap Muhammadiyah tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk pembangkangan terhadap ulil amri. Perbedaan penentuan awal bulan merupakan murni ranah ijtihad yang sah, dan keputusan pemerintah terkait hal tersebut bersifat tidak mengikat secara mutlak.
Kata kunci: ulil amri, metode hisab, rukyat, persyarikatan Muhammadiyah
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.