ULIL AMRI DALAM LITERATUR TAFSIR NUSANTARA: Analisis Kontekstual tentang Ketaatan kepada Pemerintah
Abstract
Polemik seputar perbedaan penetapan hari raya Islam antara Persyarikatan Muhammadiyah dan Pemerintah Republik Indonesia kerap memunculkan sentimen dan tudingan ketidaktaatan terhadap ulil amri, sebagaimana perintah yang termaktub dalam Surah An-Nisa ayat 59. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif penafsiran konsep ulil amri di dalam literatur tafsir Nusantara dan mengkontekstualisasikan maknanya pada realitas kehidupan berbangsa di Indonesia era kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis melalui pendekatan kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah enam literatur rujukan utama: Tafsir Kemenag, Tafsir Al-Mishbah, Tafsir Al-Azhar, Al-Furqan, Tafsir Qur'an Karim, dan Tafsir Qur'an. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun para mufasir Nusantara secara umum menerjemahkan ulil amri sebagai pemegang kekuasaan, mereka memberikan cakupan perluasan makna yang sangat dinamis. Dalam konteks keindonesiaan, entitas ulil amri tidak terbatas pada aparatur pemerintah formal (legislatif, eksekutif, yudikatif), melainkan juga mencakup para ahli, ulama, dan kelembagaan fatwa independen. Oleh karena itu, kajian ini menyimpulkan bahwa otoritas ulil amri di Indonesia tidak bersifat tunggal. Perbedaan ijtihad dalam penentuan hari raya tidak dapat dikonstruksikan sebagai bentuk pembangkangan atau ketidaktaatan terhadap ulil amri, terlebih otoritas pemerintah sendiri secara terbuka memberikan ruang dan toleransi atas perbedaan pedoman tersebut.
Kata kunci: tafsir nusantara, ulil amri , Muhammadiyah, kontekstualisasi tafsir, otoritas keagamaan.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.