Sejarah Politik Islam
Abstract
Prinsip bernegara disebutkan dalam Alquran terkadang dalam bentuk kisah umat terdahulu, terkadang pula dalam bentuk dialog langsung. Begitu globalnya prinsip-prinsip bernegara dalam risalah beliau sehingga tidak ada pembicaraan tentang bentuk negara, bentuk pemerintahan, pengangkatan kepala negara, dan sebagainya. Itu semua diserahkan kepada manusia untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman dengan catatan, tidak menyimpang dari prinsip umum, seperti, keadilan, kerukunan tolong menolong dalam kebaikan, amar ma'ruf nahi munkar, dan sebagainya. Oleh karena itu dalam sejarah politik Islam terjadilah perbedaan bentuk pemerintahan seperti masa khulafa al-rasyidun dengan sistem "demokrasi" dengan generasi sesudahnya dengan sistem monarchi. Ketegangan dalam bernegara muncul manakala tradisi yang sudah mapan mulai bergeser, apalagi prinsip-prinsip di atas diabaikan. Pasang surut pengamalan prinsip-prinsip berpolitik Islami mendorong para ulama untuk mengemukakan pendapat tentang berbagai hal, seperti pengangkatan kepala negara, pemilahan kekuasaan, dan bentuk pemerintahan.
Keywords
Politik, Sejarah, Umat Islam
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2002 Muhammad Zuhri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN: 1410-332X (p); 2540-2979 (e)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License