Ketaatan Berlalu Lintas sebagai Penerapan Nilai-Nilai Islam

Barkah Nugroho

Abstract


Dalam artikel ini, penulis mengidentifkasi ada dua golongan masyarakat terdidik yang merupakan golongan dengan kemungkinan besar terlibat dalam pelanggaran aturan berlalu-lintas. Pertama, para pelanggar aturan berlalu-lintas tersebut adalah dari golongan masyarakat terdidik yang sengaja kurang sadar hukum, sehingga mereka menyepelekan aturan-aturan tersebut. Kedua, para pelanggar aturan berlalu-lintas yang menganggap bahwa perundang-undangan Lalu-Lintas merupakan buatan manusia yang bersifat nisbi (relatif) sehingga tidak haram jika melanggarnya. Sedangkan Aturan-aturan di dalam Kitab Suci Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw merupakan aturan-aturan yang bersifat Qoth’i (Mutlak) yang bilamana orang melanggarnya dihukumi haram.

Keywords


fikih lalu lintas; taat hukum; nilai Islam

Full Text:

PDF

References


Daqiq Al ‘Ied, Ibnu, Inti Ajaran Islam Syarah Hadis Arba’n Imam Nawawi, Cetakan ke- 10, Penerbit: Meda Hidayah, Yogyakarta, 2001.

Fuad Abdul Baqi, Muhammad, Al-Lu’lu’ Wal Marjan 2, Terjemahan H. Salim Bahreisy, PT Bina Ilmu, Surabaya.

Thomas Subroto, Tanya Jawab Undang-Undang Lalu-Lintas dan Angkutan JalanNomor 14 Tahun 1992, Penerbit: Effhar & Dahara Prize, Jakarta, 1996.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Barkah Nugroho

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN: 1410-332X (p); 2540-2979 (e)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License