Dinamika Ijtihad pada Masa Taklid dan Kemunduran

Rupi'i Amri

Abstract


Ijtihad merupakan salah satu hal yang sangat penting sebagai the principle of movement (prinsip gerak) dalam Islam. Permasalahan-permasalahan aktual yang berkembang di masyarakat yang belum pernah ada pada masa Rasulullah dan para sahabat sangat membutuhkan kepastian hukum dari seorang mujtahid. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, tidak ada jalan lain, maka harus dipercaya adanya “kebebasan untuk menilai”. Para ulama, terutama pada abad ke-4 H, khawatir bahwa dengan mengakui keabsahan ijtihad akan mendorong munculnya penafsiran baru (reinterpretation) secara perorangan dan timbul perpecahan. Cakupan ijtihad  pun kemudian secara terus-menerus dipersempit karena beberapa generasi ulama di kemudian hari yang didukung oleh ijma’ menutup berbagai kesenjangan dalam sistem-sistem ajaran dan hukum Islam. Akhirnya, tidak ada lagi kesenjangan yang harus ditutup, atau tinggal beberapa kesenjangan yang tidak begitu penting, dan “pintu ijtihad” pun, kata mereka  ditutup dan tidak akan pernah dibuka lagi. Pada awal abad ke-3 H, umat Islam mengalami masa kemunduran. Masa ini adalah masa yang sangat menyedihkan dalam dinamika fiqh karena keterpakuan tekstual dan taklid buta. Para fuqaha banyak memberi fatwa dan hukum tidak sesuai dengan kemampuannya. Kondisi ini kemudian melahirkan pendapat dan fatwa bahwa ”pintu ijtihad telah tertutup”. Walaupun secara formal pintu ijtihad  tidak pernah ditutup, namun suatu keadaan, sebagaimana dikemukakan oleh Fazlur Rahman, bahwa “kontraksi pemikiran” yang terjadi secara perlahan-lahan, selama beberapa abad karena berbagai sebab telah melanda umat Islam. Sejak saat itu pembahasan mengenai ijtihad  di dalam literatur yuristik menjadi bersifat formal, secara lambat laun serta pasti telah melanda dunia Islam di mana seluruh kegiatan berpikir secara umum terhenti.

Keywords


dinamika hukum Islam; ijtihad; taklid; kemunduran

Full Text:

PDF

References


Afriqi, Ibn Mansur al-, Lisan al-‘Arab, Beirut: Dar al-Sadr, Jilid III, t.t.

Amidi, Saif ad-Din, Al-Ihkam fi Usul al-Ahkam, Beirut: Dar al-Fikr, Jilid II, Juz IV, t.t.

Bakri, Asafri Jaya, Konsep Maqasid al-Syari’ah menurut al-Syatibi, Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1996.

Coulson, N.J., A History of Islamic Law, Edinburgh: Edinburgh University Press, 1964.

Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam, Cetakan I, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1993.

Gazali, Muhammad al-, Al-Mustasfa min ‘Ilmi al-Usul, Kairo: al-Amiriyyah, Jilid II, 1422 H.

Gibb, H.A.R, Aliran-Aliran Modern dalam Islam, penerjemah Machnun Husein, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996.

Hallaq, Wael B., A History of Islamic Legal Theories: an Introduction to Sunni Usul al-Fiqh, Cambridge: Cambridge University Press, 1997.

Hallaq, Wael B., “Kontroversi Seputar Terbuka dan Tertutupnya Pintu Ijtihad” (terjemahan Nurul Agustina), dalam Al-Hikmah (Jurnal Studi-Studi Islam), Bandung: Yayasan Muthahhari, November-Desember, 1992.

Iqbal, Muhammad, The Reconstruction of Religious Thought in Islam, Lahore: Ashraf Press, 1971.

Juwaini, Imam al-Haramain, al-Burhan fi Usul al-Fiqh, Juz II, Kairo: Dar al-Ansar, 1400 H.

Khallaf, ‘Abd al-Wahhab, ‘Ilmu Usul al-Fiqh, Kuwait: Dar al-Qalam, 1987.

Khudori, Muhammad, Tarikh at-Tasyri’ al-Islami, Indonesia: Dar al-Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, 1981.

Maragi, Abdullah Mustafa al-, al-Fathu al-Mubin fi Tabaqat al-Usuliyyin, Juz I, Kairo: Syirkah Muhammad Amin, 1974.

Nasution, Harun, Teologi Islam (Aliran-aliran, Sejarah Analisa Perbandingan), Cetakan Kelima, Jakarta: UI Press, 1986.

Rahman, Fazlur, Islamic Methodology in History, Karachi: Central Institue of Islamic Research, 1965.

Rusyd, Muhammad b., Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtasid, Juz I, Kairo: Maktabah al-Kulliyah, 1970.

Sa’labi, Muhammad al-Hajwi al- , al-Fikr al-Sami fi Tarikh al-Fiqh al-Islami, Jilid II, Kairo: Dar al-Fikr, t.t.

Schacht, Joseph, An Introduction to Islamic Law, Oxford: at The Clarendon Press, 1964.

Sirry, Mun’im A., Sejarah Fiqh Islam (Sebuah Pengantar), Surabaya: Risalah Gusti, 1995.

Syafi’i, Muhammad b. Idris al-, Ar-Risalah, Beirut: Dar al-Fikr, t.t.

Syaukani, Imam Muhammad b. Ali b. Muhammad al-, Irsyad al-Fuhul ila Tahqiq al-Haqq min ‘Ilmi al-Usul, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1994.

Syatibi, al-, Al-Muwafaqat fi Usul as-Syari’ah, Kairo: Mustafa Muhammad, Juz IV, t.t.

Zahrah, Muhammad Abu, Usul al-Fiqh, Beirut: Dar al-Fikr al-‘Arabi, t.t.

Zahrah, Muhammad Abu, Tarikh al-Mazahib al-Fiqhiyyah, Kairo: Matba’ah al-Madany, t.t.

Zuhaili, Wahbah, Usul al-Fiqh al-Islami, Jilid I dan II, Damaskus: Dar al-Fikr, 2006.

Zuhri, Muh., Hukum Islam dalam Lintasan Sejarah, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Rupi'i Amri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN: 1410-332X (p); 2540-2979 (e)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License